duniakarya

Home » 1.Programable Logic Controller (PLC) » Allen Bradley » Strategi Preventive Maintenance PLC System

Strategi Preventive Maintenance PLC System


Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Strategi Preventive Maintenance PLC System, ada baiknya kita memahami dulu apa itu Preventive Maintenance?

Definisi Preventive Maintenance :
• Perawatan yang bertujuan menjaga peralatan dan fasilitas dalam kondisi operasi yang memuaskan dengan melakukan pemeriksaan sistematis, deteksi, dan koreksi kegagalan baru baik sebelum terjadi atau sebelum kegagalan berkembang menjadi kegagalan yang lebih besar.
• Maintenance, termasuk testing, pengukuran, adjustments, dan penggantian spare part, hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan sebelum hal tersebut benar-benar terjadi.
(Diadopsi dari Wikipedia)

Beberapa keuntungan jika kita melakukan Preventive Maintenance adalah sbb:
• Peningkatan kehandalan sistem.
• Penurunan biaya penggantian.
• Penurunan downtime sistem.
• Lebih baik dalam manajemen persediaan suku cadang.

Preventive Maintenance dapat diterapkan untuk semua peralatan, namun dalam artikel ini akan dikhususkan pada PLC system. Seperti kita ketahui PLC merupakan peralatan yang sangat penting dalam sebuah plant. Kegagalan pada system ini dapat menyebabkan partial plant shutdown maupun total plant shutdown. Untuk itulah perawatan pada system ini sangatlah penting untuk dilakukan. Dengan demikian kemungkinan kegagalan dapat dikurangi.

Berikut beberapa tindakan Preventive Maintenance yang bisa dilakukan :
1. Pencegahan debu
Masalah yang bisa timbul:
• Pembungan panas terhambat
• Short circuit
Solusi:
• Bersihkan enclosure/penutup
• Jaga agar pintu enclosure doors selalu tertutup
2. Pencegahan Vibrasi dan electrical noise
Masalah yang bisa timbul:
• Koneksi longgar
Solusi:
• Check koneksi
• Pastikan peralatan yang menghasilkan noise tidak terlalu dekat.
3. Pencegahan Panas
Masalah yang bisa timbul:
• Aliran udara terhambat
• Malfunctioning system
Solusi:
• Pastikan jarak yang cukup
• Pasang Ventilation fan
• Pasang chassis secara benar

Selain hal diatas beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain :
Hardware diagnostic, setiap PLC biasanya dilengkapi dengan indikasi LED yang menunjukkan status dari PLC tersebut. Anda bisa mendeteksi fault status PLC dengan melihat ED tersebut.
Software diagnostic, selain melakukan pengecekan pada sisi hardware anda juga bisa melakukan pengecekan dengan menggunakan software. Setiap software PLC biasanya dilengkapi dengan fasilitas deteksi error. Selain itu anda juga bisa melakukan pengecekan di event dan alarm history.
Cukup sekian dulu artikel kali ini, mungkin yang kami bagi ini masih terlalu sedikit, namun semoga ini cukup untuk member sedikit pencerahan. Tidak perlu panjang lebar karena jika terlalu panjang kasihan ibu-ibu dan jika terlalu lebar kasihan bapak-bapak . Sedikit senyum akan membantu dalam proses belajar.

Mari berkontribusi pada kemajuan bangsa dengan kapasitas kita masing-masing.


2 Comments

  1. khairul says:

    pak? u/ rsloqic 500 pengecekan event dan alarm history gmn?
    trim only

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: