duniakarya

Home » 1.Programable Logic Controller (PLC) » Allen Bradley » Membuat PID Controller di PLC dan DCS (Bagian.1)

Membuat PID Controller di PLC dan DCS (Bagian.1)


PID Controller (Proportional, Integral, Derivative), kata yang sangat akrab ditelinga kita yang bersinggungan dengan dunia control disamping advance control yang belakangan muncul seperti Fuzzy Logic, Neural Network dll. Meskipun beberapa vendor seperti DeltaV sudah menyediakan fasilitas advance control seperti Fuzzy Logic dan Neural Network, namun masih sangat jarang yang mengaplikasikannya. Kebanyakan masih setia dengan PID Controller. Konsep PID sudah mulai diajarkan sejak di bangku kuliah, namun kebanyakan yang diajarkan hanya sebatas konsep dasar serta kalkulasinya saja namun kurang dalam aplikasinya. Saat kita terjun di dunia kerja, saatnya kita mempelajari penerapan dari teori yang kita dapat dibangku kuliah tersebut. Jadi tidak ada yang tidak bermanfaat, semua bermanfaat dan saling melengkapi.

Closed Loop/Feedback Control

Sebelum kita membahas tentang PID lebih jauh ada baiknya kita pelajari dulu konsep closed loop control/feedback control. Kita perlu membahas closed loop control/feedback control untuk memudahkan dalam memahami konsep PID controller. Untuk memudahkan pemahaman tentang closed loop control/feedback control, anda bisa lihat diagram blok di bawah ini.

Note : gambar diambil dari http://openticle.com/2007/11/16/control-loop-diagrams-2/

Gambar diatas adalah blok diagram dari Lube oil cooler temperature control. Sengaja kami cari contoh yang aplikatif untuk mempermudah pemahaman. Dari gambar diatas kita dapat melihat masing-masing komponen dalam sebuah closed loop/feedback control.

  • Plant (sistem yang dikendalikan) : Lube Oil Cooler
  • Controller : temperature controller, melakukan koreksi terhadap error (selisih antara SP dan PV)
  • Feedback Element : Temperature transmitter, juga sebagai PV (process variable)
  • Final Control Element : Temperatur control valve
  • Manipulated Variable (variabel yang dimanipulasi) : Cooling water flow rate, diatur dengan opening control valve
  • Controlled Variable/Output : Lube Oil Temperature

Penjelasan diatas masih sangat singkat dan bisa anda perdalam sendiri. Dari sedikit penlesana diatas, posisi PID controller seperti namanya adalah berfungsi sebagai controller. Selanjutnya akan kami bahas bagaimana membuat serta konfigurasi PID controller di PLC dan DCS. Tidak seperti di buku kuliah yang begitu rumit formula dari PID ini, di PLC maupun DCS semua formula sudah disediakan kita tinggal pilih formula/equation mana yang mau dipakai misalnya hanya menggunakan P dan I saja konfigurasi yang lain. Di DCS dan PLC anda tinggal mendefinisikan tagname untuk PV dan CV serta konfigurasi lainnya seperti Range, Direct/Reverse Acting dll.

Supaya artikelnya tidak terlalu panjang, cara konfigurasi PID di PLC dan DCS akan dilanjutkan ke <bagian 2>.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: