duniakarya

Home » 1.Programable Logic Controller (PLC) » DeltaV Split Range Control

DeltaV Split Range Control


DeltaV mempunya function block khusus untuk melakukan fungsi split range control yaitu Splitter (SPLTR). Splitter (SPLTR) function block berfungsi untuk mengambil sebuah nilai input dan menghitung dua output berdasarkan koordinat tertentu.

Output blok (OUT_1 dan OUT_2) dihitung dari setpoint blok (SP) dengan menggunakan kemiringan dan batas yang ditetapkan oleh parameter IN_ARRAY dan OUT_ARRAY. Keempat nilai IN_ARRAY menentukan rentang SP yang digunakan untuk menghitung output berdasarkan pada empat nilai dari rentang output OUT_ARRAY. Tabel berikut menggambarkan hubungan antara output blok dan elemen array:

Note :

  • X12 harus lebih besar dari X11
  • X22 harus lebih besar dari X21
  • X21 harus lebih besar dari atau sama dengan X11

Jadi konfigurasi split range dapat dilihat dari parameter IN_ARRAY, OUT_ARRAY serta LOCKVAL.

Aplikasi Splitter Function Block

Kita dapat menggunakan fungsi blok Splitter untuk mengatur beberapa loop kontrol atau output. Gambar berikut menunjukkan blok fungsi contoh diagram ketika output dari blok fungsi PID dibagi menjadi dua sinyal yang dikirim ke blok fungsi Analog output (AO) :

Contoh Aplikasi : Split Range Control

Asumsikan ada dua valve (satu untuk pemanasan dan satu untuk pendinginan) yang digerakkan oleh temperature controller tunggal. Anda menggunakan function block Splitter antara controller dan dua Analog Output (AO) blok fungsi. Ketika controller memerlukan panas, blok AO tindakan untuk valve pendinginan diabaikan. Ketika blok AO untuk valve pemanasan menjadi Bad status, controller dicegah dari meminta lebih panas, tetapi diperbolehkan untuk memanggil untuk pendinginan jika diperlukan. Sebagai contoh ini, Anda dapat mengatur karakterisasi splitter dengan cara berikut:

Contoh Setting : Splitter Function Block Split Range Control

Parameter

Setting

IN_ARRAY[1][1] 0
IN_ARRAY[2][1] 49
IN_ARRAY[3][1] 51
IN_ARRAY[4][1] 100
LOCKVAL Hold
OUT_ARRAY[1][1] 100
OUT_ARRAY[2][1] 0
OUT_ARRAY[3][1] 0
OUT_ARRAY[4][1] 100

Hal ini memungkinkan controller untuk meminta pendinginan maksimum (panas negatif) pada 0 output dan panas maksimum pada 100 output, dengan jeda 2 sekitar 50 untuk memastikan bahwa valve pemanasan dan pendinginan yang tidak keduanya terbuka pada waktu yang sama. Gambar berikut grafis merupakan pengaturan untuk contoh ini:

 
 
Jadi ketika output dari PID masih 0%, valve 2 masih full close (0%) dan valve 1 masih open 100 % dan akan menurun seiring dengan kenaikan output dari PID. Ketika output PID mencapai 51% maka valve 1 sudah full close (0%) dan valve 2 mulai membuka, dan akan semakin besar seiring dengan kenaikan output PID.
 
Sumber : DeltaV Books Online\Splitter (SPLTR) function block

3 Comments

  1. pranto says:

    trma kasih,,kirimanya,,artikel ini, sangat br manfaat untk saya,,,

  2. Abdul Gani Darsono says:

    Terima kasih Mas Furqon, semoga tambah sukses dunia dan akhiratnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: