duniakarya

Home » 3.Distributed Control System (DCS) » DeltaV » PID Direct Acting dan Reverse Acting

PID Direct Acting dan Reverse Acting


 

Bagi anda yang sering menggunakan PID tentunya akrab dengan istilah direct dan reverse. Salah satu parameter yang perlu di setting saat mengkonfigurasi PID adalah control action. Pada parameter ini anda bisa memilih apakah mau di mengunakan direct atau reverse semua tergantung pada kebutuhan proses. Sebelum membahas bagaimana cara mengkonfigurasi control action tersebut ada baiknya kita pahami dulu apa itu control action direct dan reverse atau yang sering disebut direct acting dan reverse acting.

Saya akan jelaskan sedikit apa itu direct acting serta reverse acting. Jika kita memilih direct acting, maka jika PV meningkat maka output dari PID juga akan ikut meningkat. Demikian sebaliknya jika kita memilih reverse acting, maka jika PV meningkat maka output PID justru akan menurun.

Untuk memudah pemahamam, saya akan berikan sedikit contoh, misalkan :

SPP = 20 %

PVP = 22 %

Error = PV – SP = 22 – 20 = 2 %

Jika PVP meningkat maka error akan meningkat pula, dengan demikian maka output PID juga akan meningkat pula. Hal sebaliknya berlaku untuk reverse control action, jika error semakin besar maka output akan semakin kecil.

Pertanyaan selanjutnya adalah, kapan kita memilih direct acting atau reverse acting ?

Untuk memudahkan menjawab pertanyaan diatas, mari kita lihat gambar berikut :

 

Level Controller

Pada gambar diatas saya menghubungkan sebuah level controller dengan dua control valve, ilustrasi diatas bukan untuk menjelaskan split range control tapi untuk lebih mudah memahami direct acting dan reverse acting. Pada link control yang pertama saya menghubungkan dengan control valve di outlet tanki. Jika level tanki mengalami kenaikan melebihi setpoint maka control valve akan membuka lebih besar untuk menjaga level tanki kembali ke setpoint dan itulah yang dinamakan dengan Direct Acting. Untuk link yang kedua (warna hijau) saya menghubungkan controller dengan control valve di inlet dari tanki. Jika level tanki mengalami kenaikan melebihi setpoint, maka control valve harus mengurangi bukaannya untuk menjaga level tanki tidak melebihi setpoint dan itulah yang disebut dengan Reverse Acting.

Demikian penjelasan singkat tentang Direct Acting serta Reverse Acting. Jika apa yang saya sampaikan ini kurang lengkap, atau ada yang salah, silahkan dikoreksi.

Artikel Terkait : Cara Setting Control Valve Tipe Fail Close / Fail Open di AO Block DeltaV


1 Comment

  1. idebenone says:

    What I take as being correct now is that the term direct / reverse in this day and age usually refers to the control algorithm. I know I asked initially about the valve body / actuator but it is all interrelated. But for a direct controller the operator selection when the DCS is manual results in a 4~20mA signal for a 0~100%. i.e. the current “directly” follows the % selection, 100% being fully open. For Reverse controllers the signal 0~100% results in a 20~4mA signal. This principle is the same for the valve body actuator combination. 3~15 psi (0.2~1bar) results in a 0~100% position for a direct acting valve and for a reverse acting a 0~100% signal results from a 15~3 psig signal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: