duniakarya

Home » 3.Distributed Control System (DCS) » Honeywell TPS/TDC-3000 » Control Initialization (INIT / IMAN) pada DCS Data point

Control Initialization (INIT / IMAN) pada DCS Data point


Jika anda sering berkecimpung dengan DCS adakalanya anda menjumpai dimana sebuah data point/control function block dalam kondisi Initialization yang ditandai dengan simbol INIT / IMAN. Jika sebuah data point/control function block dalam kondisi Initialization, maka operator tidak bisa melakukan control seperti merubah setpoint atau merubah output. Untuk mengatasi hal ini kita harus mengetahui penyebab kenapa sebuah data point/control function block berada pada kondisi Initialization. 

Kondisi Control Initialization dapat disebabkan oleh hal-hal sbb:

  1. Diset oleh logic slot atau program (CL/Control language).
  2. Point tersebut active untuk pertama kali (transisi dari kondisi INACTIVE ke ACTIVE).
  3. Point tersebut dieksekusi untuk pertama kali setelah HPM warm start.
  4. Semua koneksi control output tidak ready yang disebabkan hal-hal sbb :
  • Secondary data point tidak pada kondisi CASCADE.
  • Secondary data point dalam kondisi INACTIVE
  • Secondary data point dalam kondisi Initialization (INIT)

Contoh:

Sebuah PID point/block dalam kondisi Initialization. Kira-kira apa penyebabnya ?

Untuk menemukan jawabannya, kita check satu-persatu.

Jika PID point/block single loop, check kondisi Output/AO block apakah dalam kondisi good, bad, atau inactive. Jika dalam kondisi AO dalam kondisi inactive anda cukup mengactivekan saja. Jika AO dalam kondisi bad anda perlu memeriksa wiring connectionnya, ada kemungkinan open loop.

Jika PID point/block diconfigur cascade maka anda perlu memeriksa secondary/slave pointnya. Apakah secondary point dalam kondisi inactive, initialization, atau dalam mode Manual. JIka secondary/slave point dalam kondisi inactive maka anda perlu merubahnya ke kondisi active. JIka secondary/slave point dalam kondisi initialization anda perlu memeriksa seperti cara memeriksa single loop. Jika secondary/slave point dalam kondisi Manual, maka anda perlu merubahnya ke posisi auto, hal ini berlaku juga untuk split range control, secondary point harus pada posisi cascade.


3 Comments

  1. Tim says:

    Hi – really useful information thanks (google translate worked great also for me). If anyone is chasing additional TDC reference material checkout the books at http://www.kanepiservices.com.au

    Keep up the great work!

  2. Ray says:

    Mungkin artikel ini hanya ditujukan pada honeywell DCS.
    Banyak variasi konfigurasi cascade controller dengan 2 PID. Cascade controller dengan 2 PID dimana slave PID
    dalam posisi manual sering terjadi. Pada beberapa merk DCS maka master PID controller hanya akan
    berada pada posisi “tracking”.

    • Nurul Fahron says:

      Mas ray, yg saya tahu pada DCS DEltaV jg berlaku hal yg sama. Pada saat slave dimanual, maka masternya yg berubah jd INIT, namun kuta msh bisa operate PID Slave yg di manual td,yg tdk bisa dioperate adalah masternya. Untuk masalah tracking atau no tracking, itu tergantung konfigurasinya apakah PID di set tracking atau no track saat switch ke mode manual.
      CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: