duniakarya

Home » 2018 » December

Monthly Archives: December 2018

DeviceNet Master to Modbus Slave Gateway

Dalam tulisan kali ini saya akan sedikit membahas salah satu gateway yang pernah saya gunakan dalam salah satu project yang pernah saya kerjakan setahun yang lalu. Gateway ini saya gunakan untuk membaca data dari deviceNet ke Modbus. Dalam project tersebut kami ingin menampilkan data dari overspeed protection device (Allen Bradley XM-220) ke HMI Proface. Dikarenakan module XM-220 hanya support deviceNet sedangkan HMI Proface yang kami gunakan tidak support DeviceNet maka kami perlu sebuah gateway. Gateway yang kami pilih adalah yang bisa mengkonvesi data dari devicenet menjadi data Modbus karena HMI Proface yang kami gunakan support Modbus data. Gateway yang kami gunakan ini adalah ADFWeb.

Secara sederhana alur networknya seperti berikut:

XM-220 (DeviceNet Slave) => ADFWeb (Devicenet Master to Modbus Slave) => Proface HMI (Modbus Master).

Artikel kali ini saya tidak akan membahas lebih jauh terkait konfigurasi di modul XM-220 maupun HMI Proface namun hanya focus pada ADFWeb saja. Software yang digunakan untuk konfigurasi adalah ADF Compositor SW67151. Untuk mengkonfigur ADFWeb ada 4 langkah yang harus kita lakukan.

  1. Create new project jika belum punya project sebelumnya atau open project jika sudah punya file konfigurasinya.
  2. Set Communication : untuk setting komunikasi seperti device ID, serial type, baudrate dan protocol.
  3. a. DeviceNet network : untuk mendefinisikan semua devicenet device                       b. Define Modbus : Mapping Modbus register
  4. Update Device : download configurasi ke device.

Picture1

Untuk detail mapping devicenet maupun modbusnya bisa dilihat di manualnya. Mohon maaf tidak bisa saya tampilkan detailnya disini karena bagian dari rahasia perusahaan.

Automation Project Sequence

Tulisan ini diambil dari salah satu bab dalam buku berjudul “successful instrumentation and control system design”.

Bagi yang baru pertama kali terlibat dalam sebuah project automation, pembahasan berikut cukup menarik karena dapat memberikan gambaran sebuah project dari awal sampai akhir. Dalam menjalankan sebuah Project automation ada urutan atau Sequence yang harus diikuti agar Project tersebut berjalan dengan baik. Berikut adalah urutan dalam menjalankan sebuah Project automation:

Dari langkah urutan pekerjaan diatas, berikut deliverables list yang harus dilengkapi sebagai syarat completion project.

  1. IO List, instrument list sesuai P&ID
  2. Network single line / system architecture
  3. PLC Program
  4. Human Machine Interface (HMI)
  5. Logic Diagram
  6. Factory acceptance test (FAT)
  7. Site acceptance test (SAT)
  8. Startup (commissioning) procedure
  9. Operations and maintenance manual
  10. Training manual

Semua dokumen di atas harus kita lengkapi agar memudahkan dalam maintenance nantinya. Biasanya dokumen yang saya sebutkan di atas disebutkan dalam kontrak pekerjaan yang harus dilengkapi oleh vendor. Dokumen yang di submit merupakan dokumen as built yang sudah mengakomodir semua perubahan selama proses commissioning.

Karena tulisan ini dibuat pakai aplikasi mobile jadi gak bisa panjang. Capek ngetiknya hehe.