duniakarya

Home » 3.Distributed Control System (DCS)

Category Archives: 3.Distributed Control System (DCS)

Advertisements

Control Initialization (INIT / IMAN) pada DCS Data point

Jika anda sering berkecimpung dengan DCS adakalanya anda menjumpai dimana sebuah data point/control function block dalam kondisi Initialization yang ditandai dengan simbol INIT / IMAN. Jika sebuah data point/control function block dalam kondisi Initialization, maka operator tidak bisa melakukan control seperti merubah setpoint atau merubah output. Untuk mengatasi hal ini kita harus mengetahui penyebab kenapa sebuah data point/control function block berada pada kondisi Initialization. 

Kondisi Control Initialization dapat disebabkan oleh hal-hal sbb:

  1. Diset oleh logic slot atau program (CL/Control language).
  2. Point tersebut active untuk pertama kali (transisi dari kondisi INACTIVE ke ACTIVE).
  3. Point tersebut dieksekusi untuk pertama kali setelah HPM warm start.
  4. Semua koneksi control output tidak ready yang disebabkan hal-hal sbb :
  • Secondary data point tidak pada kondisi CASCADE.
  • Secondary data point dalam kondisi INACTIVE
  • Secondary data point dalam kondisi Initialization (INIT)

(more…)

Advertisements

Cara Setting Control Valve Tipe Fail Close / Fail Open di AO Block DeltaV

Masih terkait dengan artikel sebelumnya (PID Direct Acting dan Reverse Acting), artikel ini mencoba untuk memberikan penjelasan bagaimana cara untuk mensetting Analog Output Function Block yang digunakan untuk control valve tipe Fail Close (Air to Open) atau tipe Fail Open (Air to Close). Sedikit penjelasan ini semoga memberikan sedikit gambaran atau trigger untuk belajar lebih lanjut. Seperti kita ketahui control valve ada dua tipe yaitu Fail Close (Air to Open) dan Fail Open (Air to Close). Control Valve tipe Fail Close (Air to Open) adalah jenis control valve yang memerlukan udara untuk bisa membuka, dan akan menutup jika kehilangan udara. Sebaliknya control valve tipe Fail Open (Air to Close) adalah tipe control valve yang justru akan menutup jika ada udara dan akan membuka jika kehilangan udara. Tujuan adanya dua tipe control valve ini adalah untuk keperluan failsafe operation. Jadi ketika instrument air, mengalami gangguan, maka control valve akan berada pada posisi failsafenya.

Apapun tipe control valve yang kita gunakan akan berpengaruh pada konfigurasi Analog Output Block kita sebagai pemberi sinyal ke I/P dan diteruskan ke actuator. Sekarang akan kita pelajari bagaimana mensetting parameter di Analog Output Block. Pada artikel ini yang saya akan pakai adalah DCS DeltaV.

Untuk mulai mengkonfigurasi anda bisa ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Buka control studio dimana anda buat logicnya.
  2. Klik Analog Output (AO) block.
  3. Pada kolom parameter di sisi kiri window, anda cari parameter IO_OPTS. Double click parameter tersebut, maka akan muncul jendela IO_OPTS.
  4. Pada jendela IO_OPTS, salah satu pilihannya adalah “Increase to Close”. Pilih atau centang pilihan tersebut jika anda menggunakan control valve fail open, atau biarkan kosong tanpa di centang jika anda menggunakan control valve tipe fail close.
  5. Klik OK.

(more…)

PID Direct Acting dan Reverse Acting

 

Bagi anda yang sering menggunakan PID tentunya akrab dengan istilah direct dan reverse. Salah satu parameter yang perlu di setting saat mengkonfigurasi PID adalah control action. Pada parameter ini anda bisa memilih apakah mau di mengunakan direct atau reverse semua tergantung pada kebutuhan proses. Sebelum membahas bagaimana cara mengkonfigurasi control action tersebut ada baiknya kita pahami dulu apa itu control action direct dan reverse atau yang sering disebut direct acting dan reverse acting.

Saya akan jelaskan sedikit apa itu direct acting serta reverse acting. Jika kita memilih direct acting, maka jika PV meningkat maka output dari PID juga akan ikut meningkat. Demikian sebaliknya jika kita memilih reverse acting, maka jika PV meningkat maka output PID justru akan menurun.

Untuk memudah pemahamam, saya akan berikan sedikit contoh, misalkan :

SPP = 20 %

PVP = 22 %

Error = PV – SP = 22 – 20 = 2 %

Jika PVP meningkat maka error akan meningkat pula, dengan demikian maka output PID juga akan meningkat pula. Hal sebaliknya berlaku untuk reverse control action, jika error semakin besar maka output akan semakin kecil.

Pertanyaan selanjutnya adalah, kapan kita memilih direct acting atau reverse acting ?

Untuk memudahkan menjawab pertanyaan diatas, mari kita lihat gambar berikut :

(more…)

PV Tracking pada PID algoritma Honeywell TPS

Seperti kita ketahui PID controller mempunyai 3 mode yaitu manual, automatic serta cascade. Pada posisi manual (MAN) operator diizinkan untuk merubah output dari PID. Mode automatic (AUTO) operator diizinkan untuk merubah setpoint dari PID. Sedangkan mode cascade operator tidak diizinkan untuk merubah apapun baik output maupun setpoint karena setpoint didapat dari controller lain/primary controller.

Pada saat operator merubah mode PID dari auto atau cascade ke manual dan merubah nilai output PID maka nilai PV dengan sendirinya akan berubah mengikuti besarnya opening sedangkan nilai SP masih tetap. Jika perubahan nya terlalu besar maka akan ada selisih yang besar pula antara nilai PV sekarang dengan setpoint awal. Hal ini akan menimbulkan masalah jika operator langsung merubah kembali mode controller dari manual ke auto atau cascade tanpa menyeimbangkan dulu antara nilai setpoint dengan nilai PV. Untuk mengatasi hal ini ada salah satu fasilitas yang bisa digunakan di algoritma PID Honeywell TPS yaitu PVTRACK. Konfigurasi PV tracking dapat ditemukan di parametere PVTRACK. Jika di set PVTRACK = TRACK maka PV Tracking diactifkan dan jika PVTRACK = NOTRACK maka PV Track tidak diaktifkan.

(more…)

DeltaV Split Range Control

DeltaV mempunya function block khusus untuk melakukan fungsi split range control yaitu Splitter (SPLTR). Splitter (SPLTR) function block berfungsi untuk mengambil sebuah nilai input dan menghitung dua output berdasarkan koordinat tertentu.

Output blok (OUT_1 dan OUT_2) dihitung dari setpoint blok (SP) dengan menggunakan kemiringan dan batas yang ditetapkan oleh parameter IN_ARRAY dan OUT_ARRAY. Keempat nilai IN_ARRAY menentukan rentang SP yang digunakan untuk menghitung output berdasarkan pada empat nilai dari rentang output OUT_ARRAY. Tabel berikut menggambarkan hubungan antara output blok dan elemen array:

(more…)

Advance Control Bagian 1 – PID Cascade Control

PID Cascade Control mempunyai dua feedback control dimana output dari kontroller utama (primer) menjadi setpoint dari pengontrol sekunder (slave). Output dari kontroller sekunder (slave) yang akan menggerakkan final control element (control valve). Pertanyaannya sekarang, kapan kita perlu untuk menerapan cascade control ini? untuk itu kita perlu tahu dulu apa itu tujuan dari cascade control. Cascade control mempunyai tujuan antara lain :
  1. Mengeliminasi pengaruh dari gangguan-gangguan.
  2. Memperbaiki kinerja dinamik dari loop kontrol.

(more…)

Aplikasi Tracking pada PID Controller DeltaV

Salah satu kemampuan yang ada pada PID controller DeltaV adalah Tracking/menjejak, aplikasi ini pada dasarnya hanya memodifikasi fungsi PID controller dengan menambahkan kemampuan untuk tracking/menjejak suatu nilai masukan diskrit. Pada kondisi ini, fungsi PID controller akan di non-aktifkan berdasarkan masukan diskrit yang diterima. Pada kondisi ini, mode PID controller akan berubah dari mode AUTO/MAN ke mode Local Override (LO) dan terkunci pada mode ini serta harga Output akan di set dengan nilai tertentu. Fungsi tracking dapat digunakan untuk kondisi seperti berikut :
“Pada aplikasi dimana sebuah control valve harus di set pada opening 0% ketika ada sinyal masukan dari ESD sistem. “

(more…)